Sweet Home 3D

Sweet Home 3D

Bismillah…

Setelah lama tersendat-sendat pelajaran tutorial computer saya akhirnya mulai lagi. Sekarang sedang belajar bikin desain rumah. Kebetulan dapat software yang penggunaannya lumayan sederhana. Software Sweet Home 3d ini adalah program desain rumah gratis jadi bagus buat pemula. Fiturnya juga lumayan banyak mulai dari lantai, dinding, langit-langit sampai furniture di tiap kamar juga ada. Malah fitur standarnya bisa diupdate dan banyak yang sudah menyediakan.

Dengan software ini bisa bikin denah rumah ditambah lagi ada tampilan 3 Dimensi seperti apa denah yang kita bikin. Selain itu ada juga  fitur untuk membuat foto dan video tampilan 3D rumahnya. Jadinya seperti melihat langsung rumah yang kita desain dalam bentuk yang sudah jadi.

Cuma sayangnya versi standarnya belum mendukung untuk menampilkan atap rumah jadi hasil rumahnya tanpa atap. Tapi ada template atap yang sudah disediakan di situs aslinya. Cuma berarti harus download lagi.

Tadinya saya mau masukkan contoh desain yang lagi saya kerjakan, siapa tahu ada yang mau jadikan perbandingan, tapi karena tidak tahu cara simpan ke format gambar–maklum masih belajar–akhirnya batal. Mudah-mudahan lain kali kalau sudah belajar lebih banyak lagi bisa berhasil.

المكتبة الشاملة + On Screen Keyboard + Kamus Bahasa Arab

المكتبة الشاملة + On Screen Keyboard + Kamus Bahasa Arab

Bismillah

Bulan lalu saya mendapat kiriman software المكتبة الشاملة dari Abu Iffah, seorang teman yang sekarang lagi belajar di Yogyakarta. Memang saya sudah sering mendengar dan diberitahu tentang software yang berisi kitab-kitab ulama ini, tapi baru kali ini dapat kesempatan melihat langsung, Alhamdulillah bisa sekalian dicoba.

Saat instalasi saya sempat kebingungan karena ternyata tampilannya berbahasa arab. Malah laptopnya sempat saya install ulang karena error saat mau disetting biar compatible dengan bahasa arab, padahal cek-percek ternyata instalasi awalnya sudah compatible dengan bahasa Arab. Salah sendiri karena ikut tutorial dari internet tapi cuma paham setengah-setengah.

Selesai menginstal, buka aplikasinya, jadi bingung lagi karena semua tulisannya pakai bahasa arab gundul. Akhirnya saya telepon Ab uIffah, diberi petunjuk cara penggunaannya, ngerti sedikit, dan bisa lanjut lagi.

Apa masalahnya sudah selesai di situ? Sayangnya tidak. Biarpun sudah tahu cara memilih kitab yang mau dibaca, kategorinya apa, penulisnya siapa, pada dasarnya saya tidak bisa baca kitab bahasa arab apalagi mengartikan. Ditambah lagi keyboard laptopnya tidak ada huruf arabnya.

Tapi saya masih penasaran, akhirnya setelah browsing cari-cari info ternyata di laptop sudah ada cara buat ngetik huruf arab bagi yang sistemnya sudah compatible dengan bahasa Arab. Pakai On Screen Keyborad. Lagi lagi sering dengar tapi tidak pernah lihat dan pakai. Jadi serba pertama kali. Menurut panduannya, tinggal tekan tombol Windows + R untuk memunculkan menu Run, kemudian ketikkan OSK untuk menjalankan On Screen Keyboard. Untuk mengalihkan dari huruf latin (ENG) ke Keyborad huruf arab  (AR) tinggal tekan ALT+SHIFT.

Terus bagaimana dengan masalah utama “TIDAK BISA BAHASA ARAB”? Kalau ini memang HARUS BELAJARlagi. Lagipula kalau Bahasa Arabnya masih sepotong-sepotong, mengartikannya bisa-bisa juga sepotong-sepotong, kalau sudah begitu bisa lebih parah jadinya. Apa lagi kitab-kitab inikan isinya berbicara masalah agama, jadi saya pikir memang harus ada guru khusus yang mengajarkan agar tidak melenceng ke sana kemari.

Tapi itu bukan berarti softwarenya tidak bisa dimanfaatkan sama sekali. Kalau lagi baca artikel yang merujuk/membahas ke kitab-kitab ulama bisa cek langsung ke isi kitab yang ada di software ini. Di artikelnya kan sudah ada pembahasannya, kutipannya juga biasanya pakai tulisan arab yang ada harokatnya dan ada terjemahannya juga, jadi kemungkinan salahnya jadi lebih kecil. Bisa sekalian membiasakan diri membaca huruf gundul.

Ada juga cara yang bisa membantu yaitu dengan aplikasi kamus baik yang online maupun offline. Yang sudah pernah saya coba Google Terjemahan untuk yang online, juga ada Kamus Al Mufid, Kamus Bahasa Arab V.1 dan V.2 juga Kamus Bahasa Arab V.3 untuk aplikasi offline. Ada satu Kamus lagi Al munawir yang direkomendasikan teman, tapi saya belum sempat coba.

Kamus Bahasa Arab V.1, V.2 dan V.3 semuanya compatible dengan software المكتبة الشاملة sayangnya V.3 ini ketika kita masukkan kata yang ingin di cari artinya muncul peringatan “Cari update di http://khoiriyyah.blogspot.com”. Tapi data base kosakatanya cukup banyak jadi kayaknya masalah itu tidak akan tetap mengganggu.

###

Kesimpulannya meskipun niatan awalnya belajar kitab belum kesampaian, ternyata bisa belajar banyak hal lain. Alhamdulillah.

Suatu sore yang penuh cerita tentang (anak-) anakku

Suatu sore yang penuh cerita tentang (anak-) anakku

Bismillah…

Saya kaget ketika hari ini mendapati sesuatu yang janggal di bagian dalam bibir atas Ahnaf, tepatnya di atas gusinya. Ada semacam benjolan yang berwarna putih di sana. Karena itulah kami berencana membawa Ahnaf ke dokter gigi sore harinya. Sekalian memeriksa giginya yang sudah ber-flek. Tapi  ternyata bukan hanya itu. Ada hal lain yang menyebabkan kami harus menemui dokter sore itu, meskipun dokternya berbeda.

Kejadiannya  sehabis sholat ashar saat saya, abi, dan Ahnaf sedang duduk di teras depan rumah. Tiba-tiba saya merasakan perasaan aneh yang ternyata setelah saya cek ke kamar mandi saya mengalami pendarahan. Dengan khawatir sayapun memberitahu abi dan kami berniat untuk segera memeriksakannya ke dokter. Jadi hari ini kami akan menemui dua orang dokter .

Sekitar jam 5 sore, kami berangkat ke tempat praktek dokter kandungan. Dokter kandungan ini setahu kami adalah satu-satunya spesialis kandungan perempuan di Sumbawa, makanya kami perkirakan kalau pasiennya akan ramai dan antriannya lebih lama dari pada dokter gigi. Oleh karena itu rencananya adalah mengambil nomor antrian dulu di tempat prakter dokter kandungan baru kemudian memeriksakan Ahnaf ke dokter gigi. Setelah mendaftar dan mendapatkan antrian nomor 14 kami pun bergegas ke dokter gigi.

Setelah menunggu dua pasien sebelum kami, Ahnaf pun mulai diperiksa. Dan Alhamdulillah, hasilnya ternyata daging yang ada di bawah kulit bibir itu bukan sesuatu yang berbahaya. Memang itu adalah bekas luka pendarahan, tapi insyaAllah akan hilang dengan sendirinya. Amin

Usai sholat maghrib, kami pun ke klinik dokter spesialis kandungan. Antriannya sudah sampai nomor sepuluh dan setelah  tiga orang pasien berikutnya kamipun masuk. Sesudah memberitahu kepada dokter mengenai keluhannya, sayapun diperiksa dengan USG dan qadarullah bayi dalam kandungan saya yang berusia 10 minggu telah gugur. Innalillahi wa inna ilaihi raajiun.

Saya agak shok mendengarnya. Namun saya tetap berusaha setenang mungkin, begitupun abi. Hanya Ahnaf yang menangis, bukan karena dia sudah mengerti tapi karena dari awal saya diperiksa dia sudah tidak senang.

Sesampainya di rumah, saya memaksakan tetap tenang dan tidak memberitahu orang rumah dulu. Karena saya masih berharap diagnosa dokter itu salah dan ada kemungkinan lain, mengingat saya tidak merasakan sakit atau nyeri sebagaimana cerita orang yang pernah keguguran. Tapi saya kembali mengingat kata-kata dokter yang menganjurkan saya agar segera di kiret untuk mebersihkan sisa sisa darah di perut. Saya jadi khawatir dan takut.

Namun tak berapa lama kemudian saya akhirnya menangis dan berusaha ridho karena sampai malam saya masih pendarahan. Saya mulai sadar kalau ini artinya saya benar-benar sudah kehilangan calon bayi saya.

Keesokan harinya setelah memberitahu mama tentang saya yang keguguran dan harus dikiret, saya sudah jauh lebih tenang. Apalagi mama memberi masukan yang hampir sama dengan ibu mertua saya yang juga baru saya beri tahu.  Mereka berkata kalau sebainya saya mencoba cara tradisional/obat herbal bukan dengan operasi. Maka menjelang siang saya dan abi berangkat ke rumah bidan kenalan keluarga kami yang memang sudah biasa mengobati secara tradisonal yaitu dengan jamu-jamu herbal.

###

Alhamdulillah dua hari telah berlalu, dan meskipun saya masih sering merasa tidak percaya kalau saya telah betul-betul keguguran, tapi keadaan fisik dan mental saya sudah jauh lebih baik. Sebagaimana dikatakan oleh orang-orang yang saya sayangi InsyaAllah ada hikmah di balik semuanya dan InsyaAllah, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Amin yaa rabbal alamiin…

Bulu tangkis

Bulu tangkis

Bismillah…

Mungkin karena sedang terpisah lagi dengan Ummu Ahnaf dan Ahnaf—sekarang lagi di luar kota, jadinya teringat terus sama mereka. Terutama dengan Ahnaf. Biasanya kalau lagi saya di Sumbawa entah pagi, siang, sore bahkan kadang-kadang malam kalau dia lihat raket bulu tangkis yang kami belikan untuk dia hampir pasti dia bilang “Abi.. ake’(baca:raket)” berulang-ulang sampai saya memenuhi keinginginannya bermain.

Memang di depan rumah sekarang ada lapangan bulu tangkis yang dibuat beberapa bulan lalu. Mungkin karena terpengaruh dengan anak-anak di sekitar yang sering main di sana makanya Ahnaf jadi punya kebiasaan atau mungkin sudah termasuk hobi bermain bulu tangkis.

Awalnya dia menaruh bulu di atas raket kemudian menggerak-gerakkan bukan hanya raketnya, tapi juga seluruh badan dari kepala, badan, pantat dan kakinya. Lucu betul kalau lihat dia main seperti itu. Sekarang sudah agak mendingan, hanya tinggal raketnya yang bergerak, meskipun kadang bulunya jatuh ke samping bukannya terpukul ke atas.

Dari cara Ahnaf pegang raket mulai kelihatan kalau dia ada kecenderungan untuk jadi kidal, tapi Alhamdulillah pada saat makan dia tetap pakai tangan kanan. Kalaupun kadang memakai tangan kiri tapi begitu diingatkan dia langsung mengganti tangannya.

Sambil bermain bulu tangkis kadang saya juga mengajarkan beberapa hal pada Ahnaf. Misalnya saja konsep SINI dan SANA juga DUDUK dan BERDIRI. Maklum Ahnaf termasuk agak aktif, jadi kalau main berdua dia tidak bisa diam di satu tempat saja. Kadang berjalan ke arah saya kemudian memanggil“Abi..Abi…Abi”sambil menunjuk tempat dia tadinya berdiri (maksudnya menyuruh tukaran tempat). Waktu seperti itu saya ajar dia  mengucapkan SINI kalau tempat yang dia tunjuk itu dekat dan SANA kalau tempat yang dia tunjuk itu jauh. Kadang-kadang saya menunggu sampai dia mengucapkan intruksi itu dengan benar baru kemudian saya mau bertukar tempat, tapi kadang-kadang juga kalau nada suaranya terdengar cukup jengkel karena merasa tidak dipahami langsung saya ikuti. Alhamdulillah sudah beberapa kali dia bisa menyebut instruksi itu dengan benar tanpa perlu saya beritahu terlebih dahulu, meskipun kebanyakan tetap hanya memanggil nama sambil menunjuk ataupun menyebut kata SANAvsaja baik untuk tempat yang dekat maupun yang jauh.

Untuk masalah kata DUDUK sebetulnya sudah lama dia pahami karena selalu diingatkan ketika dia sedang minum agar duduk yang baik terlebih dahulu. Sedangkan kata BERDIRI sebagai lawan kata DUDUK saya ajarkan ketika saya sudah agak capek menemani Ahnaf bermain bulu tangkis. Hitung-hitung istirahat—kayaknya energi abinya kalah dengan anaknya—saya duduk dan menunggu dia menyebutkan kata BERDIRI, baru kemudian saya mau berdiri melanjutkan bermain.

Pokoknya bermain bersama Ahnaf meskipun meletihkan tapi pastinya menyenangkan sekaligus penuh tantangan.

Bahasa

Bahasa

Bismillah…

Saat ini pembelajaran keluarga kami terutama bagi saya dan Ummu Ahnaf lebih banyak mempelajari bahasa yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris. Untuk bahasa Arab, saya mengikuti kursus—meskipun sekarang sudah tidak bisa rutin—sekaligus membaca beberapa dari e-book hasil download juga ada CD pelajaran nahwu yang didapat dari teman. Nah ummunya Ahnaf, belajar dari apa yang saya dapatkan. Sekalian saya menyampaikan ke dia, sekalian juga saya mereview apa yang saya pelajari. Dia sendiri cukup senang dengan metode ini karena waktunya bisa diatur (misalnya pada malam hari saat Ahnaf sudah tertidur). Selain itu juga karena mungkin karena dia lebih leluasa untuk bertanya—meskipun beberapa pertanyaannya saya tidak bisa jawab karena belajarnya juga masih baru.

Kemudian untuk pelajaran Bahasa Inggris—seperti yang sempat dibahas dipostingan sebelumnya—kami belajar dengan metode yang mungkin lebih tepat disebut metode “TIDAK BISA TIDAK”. Karena pelajaran bahasa Inggris yang kami buka untuk anak-anak di sekitar rumah membuat kami “TIDAK BISA TIDAK” harus mereview dan mengupgrade kemampuan bahasa Inggris kami yang pas-pasan.

###

Satu hal yang saya pelajari dari proses mempelajari kedua bahasa itu bahwa mempelajari satu bahasa itu ibarat menggambarkan sebatang pohon. Kalau kita berusaha merincikan seperti apa akar itu, kemudian batang, daun, bunga, daun, buah dan seterusnya, kita bisa saja mendapatkan suatu gambaran yang detail dan lengkap. Tapi untuk melihatnya sebagai pohon yang utuh akan memakan waktu yang lama. Bahasa seperti itu juga, ada bagian kecil seperti ejaan huruf, jenis-jenis kata, tata bahasa dan lain-lain yang memang penting tapi kadang sekaligus menyulitkan dan memperlama proses.

Saya secara pribadi lebih senang dengan penggambaran pohon yang sederhana tapi menyeluruh terlebih dahulu baru kemudian memikirkan bagian apa yang bentuknya lebar dan berwarna hijau itu? Apa nama bagian yang masuk ke tanah itu? Dan seterusnya, dan seterusnya.

Makanya dalam belajar bahasa saya senang dengan metode pengajaran bahasa yang memulai dengan penggalan-penggalan percakapan yang aplikatif, untuk nantinya baru dijelaskan pola kalimat dan unsur-unsur apa saja yang membentuk kalimat itu.

Tapi mungkin itu kembali ke model pembelajaran yang dirasa nyaman untuk masing-masing orang.

###

Teringat suatu kutipan:

“Ketika seorang bayi belajar berbicara, dia tidak belajar tata bahasa lebih dahulu, dia bahkan tidak bertanya apa arti kata yang dia ucapkan. Dia hanya mengucapkan saja. Sesederhana itu.”

Seiring dengan waktu dia akan memahami dengan sendirinya pola-pola bahasa,seperti pada kondisi dan waktu yang bagaimana kalimat ini tepat untuk diucapkan. Oh iya, itu berarti poin lain dalam belajar bahasa adalah menitik beratkan pada PENIRUANàKEBERANIANàPEMBIASAAN. Termasuk yang paling mendukung proses seperti ini adalah keadaan lingkungan sekitar. Karena bahasa adalah alat interaksi, jadi bahasa yang kita pelajari harus bisa diterapkan sebagai alat interaksi di lingkungan kita.

Contoh paling nyata saja, seorang anak berusia 4 tahun bisa berbahasa Inggris dengan fasih karena tinggal di Inggris. Anak lainnya dengan usia yang sama bisa bahasa Arab juga karena tinggal di Arab. Tentunya bukan berarti harus tinggal di Inggris untuk bisa bahasa Inggris atau tinggal di Arab untuk bisa bahasa Arab, kita cuma membutuhkan lingkungan dimana bahasa-bahasa tersebut bisa menjadi sarana interaksi yang aplikatif.

Mohon doa dan dukungannya agar kami bisa mewujudkan rumah kami sebagai lingkungan yang kondusif tidak hanya untuk belajar bahasa tapi juga semua ilmu bermanfaat.

 

Nb: teori memang jauh lebih mudah dari prakteknya, karena saya sendiri sudah sekitar 3 tahun di Sumbawa dengan lingkungan yang didominasi bahasa sumbawa, tapi masih pada tingkatan pengguna pasif alias ngerti tapi nda bisa ngomong.

Assalamu’alaykum

Assalamu’alaykum

Bismillah…

Saya teringat dulu waktu saya ikut kursus bahasa arab di salah satu yayasan, pelajaran pertama yang saya dapat adalah cara menjawab salam yang benar. Sebelum-sebelumnya ketika seseorang mengucapkan “Assalamu’alaykum”, sesuai kebiasaan, saya akan jawab “wa’alaykum salam”. Ternyata menjawab salam itu bukan “wa’alaykum salam” melainkan “wa’alaykumussalam”. Kelihatannya memang beda-beda tipis, tapi waktu dijelaskan ternyata kekeliruannya cukup besar secara kaidah bahasa. Sampai-sampai waktu dijelaskan ke saya jadi sempat bingung juga sama penjelasannya…hehehe

Kira-kira penjelasan waktu itu seperti ini:

Ketika orang mengucapkan “Assalamu’alaykum” berarti dia mendoakan keselamatan (as-salam) kepada kita. Nah, kata as-salam ini adalah jenis ism (kata benda) dalam bentuk ma’rifah yang ditandai dengan penambahan huruf alif lam di depan kata. Oleh karena yang didoakan untuk kita berupa ism ma’rifah, maka menjawabnya dengan ism ma’rifah pula sehingga jawabannya menjadi “Wa’alaykum as-salam”.

Selanjutnya, ketika  kata kum yang artinya kalian bertemu dengan alif lam ma’rifah maka huruf mim yang tadinya sukun/mati berubah harokat menjadi dhommah/bunyi u. Maka pada saat diucapkan menjadi “wa’alaykumussalam”.

Penjelasan ini mungkin ada kekeliruan karena saya masih kurang familiar dengan istilah-istilah yang digunakan ustadz pada waktu menjelaskan dulu. Ini adalah hasil pemahaman saya setelah menghubung-hubungkan potongan-potongan penjelasan ustadz yang saya ingat dengan beberapa buku yang pernah say abaca. Jadi mohon maaf dan koreksinya bagi yang membaca kalau ada kesalahan pada penjelasannya.

Pesan yang ingin saya sampaikan sebetulnya bahwa ternyata dari hal sesederhana menjawab salampun bisa memberi bahan pelajaran besar. Semangat belajar!!!

Belajar Bahasa Inggris

Belajar Bahasa Inggris

Bismillah…

Beberapa minggu terakhir ini, kami memulai lagi mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak disekitar rumah. Untuk pelajaran sehari-hari saya yang ngajar, sekalian untuk mengisi waktu sore sedangkan abunya Ahnaf dapat jatah materi grammar, itupun tidak bisa rutin karena sering ada pekerjaan di luar kota.

Meskipun kami berdua juga belum terlalu fasih dan menguasai, tapi ternyata proses belajarnya bisa jalan juga. Malah kami merasa dengan mengajar malah jadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan kami sendiri. Ini juga bagus untuk Ahnaf, karena bagaimanapun lingkungan yang dipenuhi dengan semangat dan kegiatan belajar dalam bentuk apapun adalah lingkungan yang bagus untuk calon pembelajar mandiri seperti dia.

Metode belajar kami juga cukup menyenangkan dan tampaknya anak-anak itu senang. Memang daripada teori dan tata bahasa, kami kebanyakan lebih memilih mengajak mereka bermain dengan permainan yang bisa diselip-selipkan pemakaina bahasa Inggris.

Contohnya ketika hari sebelumnya diberi sedikit rumus simple present tense (S+Verb untuk kalimat verbal dan S+to be+nonverb untuk kalimat nominal), maka hari selanjutnya kami membuat lomba berkelompok menyebutkan contoh kalimat dengan rumus itu. Kata-kata yang digunakan diambil dan disusun dari kamus yang mereka bawa. Kemudian bagi kelompok yang selesai belakangan sebagai hukuman wajahnya diberi bedak oleh kelompok lawannya. Alhamdulillah, anak-anak itu semangat dan beberapa hari selanjutnya mereka meminta permainan itu diulangi lagi. Ya, mudah-mudahan saja semangatnya bukan hanya karena ingin membedaki temannya atau membalas kekalahan sebelumnya.

Mengapa Homeschooling

Mengapa Homeschooling

Bismillah…

Konsep belajar mandiri yang kami pahami, bukanlah sekedar belajar sendiri. Begitupula dengan homeschooling bukan dengan menolak semua bentuk pembelajaran ala sekolah. Kami yakin bahwa dalam banyak hal kehadiran seorang guru/pengajar adalah mutlak. Misalnya dalam pendidikan agama. Karena agama (baca:Islam) adalah perkara yang telah ditentukan dan disempurnakan pada masa Rasulullah Shallalahu ‘alayhi wasallam. Jadi hampir tidak ada ruang bagi penalaran mandiri padanya.

Begitu pula dengan sistem perencanaan dan penjadwalan pembelajaran. Kami menganggap bahwa hal ini sangat menentukan keberhasilan proses belajar karena berkaitan dengan target dan disiplin. Adapun tentang pembelajaran dalam kelompok, kami merasa bahwa perkembangan dan hasil yang diperoleh dengan berdiskusi dan masukan dari orang lain akan lebih baik dari sekedar membaca dan menginterpretasi sendiri materi pembelajaran.

Yang kami rasa kurang pas adalah pengajaran yang dilakukan oleh seorang guru terhadap sekelompok besar murid dengan jadwal yang monoton dan kaku. Dan hal ini kami yakin bisa dihindari dengan melepaskan ketergantungan belajar pada institusi pendidikan formal.

Inilah alas an mengapa kami memilih untuk tidak menyerahkan tanggung jawab pendidikan anak kami pada sekolah-sekolah. Inilah alasan mengapa kami memilih homeschooling sebagai metode pembelajaran keluarga kami.

Suatu hari yang penuh cerita tentang anak-anak kami

Suatu hari yang penuh cerita tentang anak-anak kami

Bismillah…

Kemarin subuh, saya masuk ke  kamar mandi dengan deg-degan. Harap-harap cemas dengan hasilnya, karena takut akan sama seperti yang kemarin. Tapi ternyata ALHAMDULILLAH YA ALLAH…hasilnya POSITIF artinya saya hamil, dan insyaALLAH sembilan bulan ke depan Ahnaf punya adek…Sambil menunggui ahnaf yang masih tertidur, saya tak sabar  menunggu Abi pulang dari masjid.

“Wa’alaikumussalam..” kata saya membalas salam Abi dan tanpa menunggu lama saya memberi tahu kabar gembira ini. Kami berdua sangat bahagia dengan rejeki dari ALLAH ini karena kami memang sudah ingin manambah anak lagi sejak beberapa bulan yang lalu.

Tak lama kemudian Ahnaf terbangun dan seperti biasa Ahnaf langsung memanggil Umi dan minta disusui. Tapi kali ini, saya dan Abi mulai membicarakan tentang menyapih ahnaf… Belum dicoba saja saya sudah merasa berat dan kasian sama Ahnaf., soalnya selama ini Ahnaf masih minum ASI sebagai makanan pokok dan frekuensinya termasuk sering karena hampir tiap saat dia selalu bersama saya. Namun tidak ada pilihan lain, Ahnaf tetap harus disapih karena kalau dipakasakan, bisa jadi kurang baik untuk kesehatan Ahnaf sendiri dan juga kesehatan adek bayi dalam kandungan saya. Itulah awal kisah  dimulainya usaha menyapih ahnaf.

Hari pertama terasa begitu berat. Ahnaf termasuk anak yang sabar, sejak pagi dia tidak pernah minta disusui, karena ketika habis mandi tadi pagi, saya bilang ke dia kalo miminya Umi tidak enak, dan dia pun tidak mengeluh ataupun memaksa. Saya pun sudah mempersiapkan susu formula buat dia. Ketika magrib—waktu paling banyak Ahnaf disusui, Ahnaf mulai minta lagi. Awalnya reaksi Ahnaf masih tenang ketika saya beralasan tidak enak, namun frekuensi mintanya menjadi lebih sering dan akhirnya dia mulai gelisah dan tidak tenang. Dia baru mulai tertidur ketika dihibur oleh Abi dan tontonan Upin dan Ipin.

Namun ternyata hari itu tidak berhenti sampai disitu saja..pada tengah malam, Ahnaf mulai terbangun dan minta mimi, dan langsung menangis histeris ketika saya tidak memberikannya. Tangisannya cukup besar dan terdengar menyedihkan dan saya jadi tidak tega dan ikut menangis melihatnya. Namun Abi meyakinkan kalau semua akan baik-baik saja. Dan Alhamdulillah ternyata tak lama kemudian Ahnaf pun tertidur dengan sendirinya.

Sekitar dua jam kemudian Ahnaf kembali terbangun dan menangis lagi. Saya pun langsung menggendongnya sambil Abi membuatkan sebeotol susu formula buat dia. Namun Ahnaf tetap menangis dan menolak susu itu. Kami sempat kebingungan harus berbuat apa. Tapi sekali lagi Alhamdulillah, mungkin karena kecapean menangis dan berteriak akhirnya pelan-pelan Ahnaf pun kembali tertidur.

Beberapa menit kemudian dia terbangun lagi dan kali ini saya yang memberi susu formula tadi, dan Alhamdulillah Ahnaf mau meminumnya, hingga tinggal sedikit yang tersisa. Setelah itu dia pun kembali tertidur hingga subuh meskipun sesekali dia bangun minta minum, tapi cukup dengan air putih saja dia sudah puas.

Alhamdulillah Ahnaf bisa tidur nyenyak, bisa bangun dengan tesenyum, bisa  memanggil Umi untuk minta diajak ke kamar mandi untuk pipis seperti biasa. Alhamdulillah

Mudah-mudahan nanti malam Ahnaf sudah tidak menangis lagi…”Sabar nak ya..InsyALLAH ini buat kebaikan Ahnaf dan calon Adek di perut Umi..Abi dan Umi sayang sama ahnaf..yang kuat ya, Ahnaf pasti bisa…Amin…”

28desember2011

(sambil menunggui  ahnaf tidur siang)

Doa dan dzikir berkenaan dengan tidur

Doa dan dzikir berkenaan dengan tidur

Bismillah…

Mengingat Allah Subhana wa ta’ala dan beristiqamah dalam hal tersebut bukanlah hal mudah, tapi bukan hal yang mustahil. Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak dzikir dan doa dalam aktivitas keseharian kita. Rasulullah Shallalahu ‘alayhi wa ‘ala aalihi wasalllam pun telah menjadikan tuntunan yang begitu lengkap tentang bagaimana tata cara dzikir dan do’a. Kita tinggal berusaha mengilmuinya kemudian mengamalkannya.

Dalam tidur pun seperti itu. Berikut diantara dzikir dan doa yang disunnahkan berkaitan dengan tidur. Bagus untuk bahan hafalan dan diamalkan.

a) Membaca ayat kursi.
b) Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh.
c) Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian tubuh yang dapat dijangkau dengannya dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan, hal ini diulangi sebanyak 3 kali .
(HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari XI/277 No. 4439, 5016 (cet. Daar Abi Hayan) Muslim No. 2192, Abu Dawud No. 3902, At-Tirmidzi)

Mengakhiri berbagai doa tidur dengan doa berikut:
“Bismikarabbii wa dho’tu jambii wa bika arfa’uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ‘ibaadakasshaalihiin.”
Artinya:
“Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.”(HR. Al- Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, Abu Dawud No. 5050 dan At-Tirmidzi No. 3401)

Jika sudah bangun tidur hendaknya membaca do’a sebelum berdiri dari tempat pembaringan, yaitu:
“Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa ilayhinnusyuur.”

Artinya:

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” (HR. Al-Bukhari No. 6312 dan Muslim No. 2711)

###

Sebenarnya masih banyak doa dan dzikir lainnya, akan tetapi karena ini bagian dari pembelajaran kami, maka yang sedikit ini cukuplah kiranya untuk meudahkan menghapalkan. Tapi jika ada yang mau lebih lengkap lagi sekalian dengan adab-adab sehubungan dengan tidur yang lainnya, bisa di cek ke sini.